Latar Belakang Pasar Modal Syariah Indonesia

Posted By mahfudz irfan firdaus on Friday, July 29, 2016 | 4:44:00 PM

Blog Ekonomi - Indonesia merupakan negara dengan total populasi terbesar keempat dari negara-negara di seluruh dunia.[1] Di lain sisi 88% mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam yang menjadikannya sebagai negara dengan total penduduk muslim terbesar di seluruh dunia.[2] 
Pasar Modal Syariah
Dari data tersebut, maka di negara Indonesia bermunculan berbagai lembaga keuangan syariah yang dipelopori oleh munculnya Bank Muamalat pada tahun 1991.[3] Namun, kami akan menyajikan dari sisi investasi yaitu Pasar Modal Syariah. 
Munculnya Pasar Modal Syariah di Indonesia diawali dengan diterbitkannya Reksa Dana Syariah oleh PT. Danareksa Investment Management pada tahun 1997, yang dilanjutkan dengan adanya kerjasama antara Bursa Efek Indonesia dengan PT. Danareksa Investment Management yang meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal tahun 2000.[4] Tindakan ini bertujuan untuk menyediakan jutaan muslim di Indonesia yang kelebihan dana (surplus) untuk menginvestasikan kekayaannya di Bursa Efek. 
Tidak berbeda dengan Pasar Modal Konvensional, kegiatan utama dari Pasar Modal Syariah adalah sebagai perantara untuk menyediakan modal bagi perusahaan penerbit efek yang kemudian digunakan untuk mengembangkan usaha dengan harapan semakin banyak menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran sebagai usaha menggerakkan perekonomian negara. Namun kegiatan di Pasar Modal kini lebih cenderung ke arah short selling (membeli saham di pagi hari dan menjualnya di sore hari) bila memungkinkan mendapat capital gain (keuntungan modal). Hal tersebut sangat jauh dari tujuan awal didirikannya pasar modal. 
Dengan didirikannya pasar modal syariah, maka diharapkan mampu mengembalikan fungsi awal pada pasar modal. Tentunya dengan norma-norma yang tidak keluar dari jalur syar’i atau tidak memiliki fokus utama pada optimalisasi atau maksimalisasi hasil akhir. Dengan prinsip mengedepankan kehalalan instrumen dan kemanfaatan serta kemashlahatan termasuk menghindari adanya unsur-unsur yang mengandung riba, gharar, maisir, insider trading, margin trading, goreng-menggoreng saham dan spekulasi. 

[4] OJK
Blog, Updated at: 4:44:00 PM

1 Komentar:

Post a Comment