Pihak-pihak yang Memerlukan Laporan SKB

Posted By mahfudz irfan firdaus on Monday, March 28, 2016 | 8:46:00 AM

Blog Ekonomi -  Hasil dari suatu studi kelayakan bisnis (SKB) hendaknya disajikan secara tertulis. Karena isi laporan tersebut jika menyatakan bahwa suatu rencana bisnis layak atau tidak layak direalisasikan, maka akan ada pihak-pihak tertentu yang memerlukan laporan tersebut sebagai bahan masukan utama untuk mengkaji ulang apakah bisnis tersebut benar-benar layak untuk direalisasikan kemudian menyetujui atau tidak menyetujuinya. Suatu hasil studi kelayakan bisnis (SKB) dapat pula tidak jadi dilaksanakan ketika telah dinyatakan layak. Hal tersebut bisa saja terjadi ketika misalnya pengambil keputusan terakhir menolak atau karena ada intervensi pihak lain yang merasa kepentingannya tidak terpenuhi.
Pihak-pihak yang Memerlukan Laporan SKB
Lalu, pihak-pihak mana saja yang memerlukan laporan studi kelayakan bisnis (SKB)? Berikut pihak-pihak yang memerlukan laporan studi kelayakan bisnis (SKB).
a. Pihak Investor
b. Pihak Kreditor
c. Pihak Manajemen Perusahaan
d. Pihak Pemerintah dan Masyarakat
e. Pihak Tujuan Pembangunan Ekonomi
Itulah pihak-pihak yang memerlukan laporan studi kelayakan bisnis. Berikut penjelasannya:
1. Pihak Investor 
Ketika sebuah laporan studi kelayakan bisnis (SKB) dinyatakan layak, maka langkah selanjutnya adalah mencari investor atau penanam modal jika diperlukan. Sebelum pihak investor menyetujui untuk menanamkan modalnya pada bisnis tersebut, pihak investor akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis (SKB) yang diajukan. Hal tersebut sebagai bahan pertimbangan investor atas keuntungan yang akan didapatkan serta jaminan keselamatan atas modal yang akan ditanamnya.
2. Pihak Kreditor 
Pilihan lain untuk mencari modal selain investor yakni kreditor. Kreditor yang dimaksud disini adalah pihak yang akan dipinjami modal. Semisal yang akan dipinjami modal adalah Bank, maka Bank tersebut juga berhak meninjau ulang studi kelayakan bisnis (SKB) yang telah dibuat untuk mempertimbangkan keputusannya agar memberi pinjaman atau tidak.
3. Pihak Manajemen Perusahaan 
Pihak manajemen perusahaan memerlukan laporan studi kelayakan bisnis (SKB) ketika studi kelayakan bisnis (SKB) dilakukan oleh pihak eksternal. Sebagai project leader dan tempat dijadikan proyek, tentu pihak manajemen memerlukan studi kelayakan bisnis (SKB) dari proyek bisnis tersebut.
4. Pihak Pemerintah dan Masyarakat 
Pihak yang satu ini pasti memerlukan laporan studi kelayakan bisnis (SKB). Karena bagaimanapun juga secara langsung atau tidak langsung, kebijakan pemerintah akan mempengaruhi kebijakan perusahaan. Contoh kebijakan pemerintah pada sektor ekonomi diantaranya: penghematan devisa negara, penggalakan ekspor non-migas dan pemakaian tenaga kerja massal serta masih banyak lagi.
Melihat beberapa kebijakan pemerintah tersebut, proyek-proyek bisnis yang membantu kebijakan pemerintah akan lebih diprioritaskan untuk berkembang.
5. Tujuan Pembangunan Ekonomi 
Studi kelayakan bisnis (SKB) juga perlu menganalisis biaya dan manfaat yang akan ditimbulkan perusahaan terhadap pembangunan perekonomian nasional. Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk mengetahui biaya dan manfaat suatu perusahaan terhadap perekonomian nasional diantaranya: Rencana Pembangunan Nasional, distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, nilai investasi per tenaga kerja, pengaruh sosial, serta analisis beban dan manfaat sosial. Dengan begitu, jelaslah bahwa studi kelayakan bisnis (SKB) yang dibuat perlu dikaji demi tujuan pembangunan ekonomi nasional.

Demikian sajian tentang Pihak-pihak yang Memerlukan Laporan Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Semoga Bermanfaat yah....
Blog, Updated at: 8:46:00 AM

0 Komentar:

Post a Comment