Konsep-konsep Jasa

Posted By mahfudz irfan firdaus on Wednesday, March 30, 2016 | 4:19:00 PM

Blog Ekonomi -  Dalam ilmu sosial, ekonomi adalah salah satu konsentrasi ilmu yang membicarakan tentang keuangan. Lebih spesifik lagi ilmu ini membahas produksi, distribusi dan konsumsi baik berupa barang maupun jasa. Dalam ilmu ekonomi, jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik konsumen, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Lalu, aspek apa saja yang berkaitan dengan jasa? 
Konsep-konsep Jasa

Definisi Jasa 
Sebelum membicarakan lanjut tentang beberapa aspek penting mengenai jasa. Kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu definisi dari jasa.
Sebuah konsentrasi yang membahas tentang produk, dapat digolongkan berdasarkan produk tersebut berwujud (tangible) atau tidak berwujud (intangible). Lebih lanjut dari itu, dapat diklasifikasikan lagi sebagai barang tahan lama (durable goods), barang tidak tahan lama atau beberapa kali pakai (nondurable goods) atau jasa (service).
Sering kesulitan dalam membedakan barang atau jasa, biasanya dikarenakan suatu transaksi barang dilengkapi dengan jasa atau sebaliknya suatu transaksi jasa melibatkan barang. Namun, Philip Kotler mendefinisikan jasa sebagai berikut:
“Jasa adalah sebuah tindakan atau perbuatan yang ditawarkan oleh suatu pihak yang menawarkannya kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Produk jasa bisa berhubungan dengan produk fisik maupun nonfisik”
Berdasarkan definisi tersebut, kita dapat menempatkan sebuah perusahaan pada masing-masing kategori. Kita dapat membaginya sesuai dengan dibagian mana kita membayar perusahaan tersebut. Jika Anda sudah menangkap apa yang dimaksudkan, maka sebuah produk perusahaan dapat dibagi menjadi lima kategori, yaitu:
a. Produk fisik murni; 
Produk ini murni dijual barangnya saja. Kita tidak membutuhkan jasa untuk mendapatkan produk tersebut. Misalnya kita membeli sebuah pakaian di pasar tradisional. Maka kita hanya perlu membutuhkan pakaiannya saja.
b. Produk fisik yang dilengkapi jasa pendukung. 
Produk ini secara kasat mata memang berbentuk fisik. Namun, kita tidak bisa mendapatkan produk ini begitu saja setelah kita membelinya. Kita masih membutuhkan jasa yang mendukung produk ini hingga sampai ke tangan kita. Misalnya produk sepeda motor. Produk yang dijual dari dealer resmi ini baru bisa kita gunakan setelah sepeda motor sampai di halaman rumah kita melalui jasa pengantar dari dealer tersebut.
c. Produk hibrid dimana porsi barang dan jasa relatif imbang. 
Sekali lagi secara kasat mata tidak hanya bisa dilihat fisiknya saja. Misalnya kita membeli makanan di sebuah restoran. Tidak mungkin kita mengambil sendiri makanan yang ingin kita makan dan duduk di kursi yang sederhana. Berbeda dengan angkringan di pinggir jalan yang hanya menawarkan makanan.
d. Jasa utama yang didukung oleh barang. 
Secara kasat mata kita mengkategorikan produknya sebagai jasa saja. Namun, dalam kenyataannya produk tersebut juga memiliki barang yang kita butuhkan. Lebih mudah lagi yaitu sebuah produk jasa berupa barang fisik. Misalnya rental mobil dan hotel.
e. Jasa murni
Produk ini secara murni hanya menawarkan jasa bukan barang yang dibutuhkan konsumen. Misalnya pijat refleksi, konsultan hukum, dll.
Dari lima kategori tersebut, kini Anda bisa menentukan perusahaan mana saja yang masuk kedalam salah satu lima kategori tersebut.

Karakteristik Jasa
Setelah membagi beberapa produk ke berbagai kategori yang disebutkan di atas. Kini kita membahas lebih spesifik lagi yang bisa membedakan antara produk fisik dan produk jasa.
Menurut Lovelock, delapan aspek mendasar yang bisa membedakan antara produk fisik dan jasa.
a. Produk jasa yang dikonsumsi tidak dapat dimiliki konsumen
b. Produk jasa merupakan suatu kinerja yang sifatnya intangible (tidak berwujud)
c. Dalam proses produk jasa, konsumen memiliki peran besar untuk serta pengolahannya dibandingkan dengan produk barang berbentuk fisik
d. Orang-orang yang terlibat dalam proses jasa dapat berperan dalam pembentukan atau mendesain jasa
e. Dalam hal operasionalisasi masukan dan keluaran, produk jasa lebih bervariasi
f. Produk jasa tertentu sulit dievaluasi oleh konsumen
g. Jasa tidak dapat disimpan
h. Faktor waktu dalam proses jasa dan konsumsi jasa lebih diperhatikan

Komponen Utama Manajemen Jasa yang Terintegrasi 
Lovelock selanjutnya menjelaskan komponen-komponen yang terintegrasi dengan manajemen jasa. Komponen-komponen tersebut diantaranya:
a. Elemen-elemen produk
Elemen-elemen produk yang dimaksudkan adalah seluruh komponen kinerja jasa yang menciptakan nilai bagi konsumen.
b. Tempat, cyberspace dan waktu
Keputusan manajemen yang berkaitan dengan dimana, kapan dan bagaimana menjual jasa bagi para konsumennya.
c. Proses
Berupa metode pengoperasian jasa atau tahapan kerja yang isinya berupa langkah-langkah yang berperan dan dibutuhkan.
d. Produktivitas
Bagaimana peran jasa secara efisien dapat ditransformasikan menjadi output yang menambah nilai bagi konsumen.
e. Kualitas
Sebuah tingkatan produk jasa yang dapat memuaskan konsumen berdasarkan kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan harapan (expectations).
f. Orang
Para penyedia jasa dan konsumennya yang berperan dalam proses produksi jasa
g. Promosi dan edukasi
Seluruh aktivitas komunikasi dan intensif yang didesain untuk membangun preferensi konsumen atas jasa yang spesifik.
h. Bukti fisik
Sesuatu yang dapat divisualisasikan atau hal-hal lain yang tampak (tangible) dan dapat dijadikan sebagai bukti atas kualitas jasa.
i. Harga dan pengeluaran (outlays) lainnya
Pengeluaran apapun baik berbentuk uang, waktu maupun tenaga yang mendatangkan sebuah transaksi pembelian jasa

Proses Pembelian Jasa 
Proses dalam pembelian produk jasa, dapat dirangkai dalam lima tahap. Tahap-tahap tersebut diantaranya:
a. Dimulai dari kesadaran akan adanya kebutuhan
b. Pencarian produk-produk jasa yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut
c. Proses evaluasi atas alternatif jasa tersebut
d. Keputusan pembelian pada jasa yang dianggap paling cocok oleh konsumen
e. Tahap evaluasi atas produk jasa yang dikonsumsi
Dalam proses tersebut, terdapat faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi proses produk jasa. Dalam hal ini yang dimaksud adalah setiap individu memiliki variasi yang berbeda, sehingga dapat memberikan suatu kerangka kerja yang berguna untuk mengorganisasikan pembicaraan mengenai perilaku konsumen jasa.

Demikian pembahasan mengenai konsep-konsep jasa yang bertujuan untuk lebih mengetahui lebih dalam tentang produk jasa. Semoga bermanfaat. Jangan lupa kirim saran atau kritik di kolom komentar yang telah disediakan. 
Blog, Updated at: 4:19:00 PM

0 Komentar:

Post a Comment