7 Sunnah Nabi ini Membuat Dokter Kesepian Pasien

Posted By mahfudz irfan firdaus on Wednesday, October 12, 2016 | 5:02:00 AM

Blog Mahfudz - Seorang dokter Eropa berkata: “Jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di kamar mandi dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien”. 
Pernyataan tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, namun apa jadinya jika pernyataan tersebut kita abaikan begitu saja. Sungguh seluruh sunnah Rasul baik dari perkataan, perbuatan maupun ketetapannya sangat bermanfaat bagi kita semua yang bisa dirasakan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga bangsa dan negara. 
Apa yang disebut Sunnah Rasulullah adalah segala perkataan, perbuatan dan ketetapan oleh Rasulullah sebagai ajaran dan tuntunan untuk seluruh umat manusia serta menjadi sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. 
Tidak terkecuali dalam hal kesehatan, Rasulullah juga memberikan teladan bagi umat manusia agar tidak mengabaikan kesehatan diri sendiri dan orang lain. Sebuah pepatah Arab menyatakan bahwa Kesehatan adalah mahkota yang tidak terlihat, tidak ada seorang pun yang dapat merasakan, kecuali manusia itu sendiri”.
SUNNAH NABI YANG MEMBUAT DOKTER KESEPIAN PASIEN
Kesehatan adalah sebagai satu kesatuan yang utuh, terdiri dari unsur-unsur fisik, mental, dan sosial dimana di dalamnya ada kesehatan jiwa yang menjadi bagian dari integral kesehatan dan memungkinkan manusia hidup produktif secara sosial dan ekonomi. 
Dalam menjaga kesehatannya, Rasulullah memberikan teladan berupa kesehatan secara jasmani, mental, spiritual, dan sosial (sehat secara holistik). Berbagai perilaku Rasulullah, seperti aktivitas fisik, olahraga dan pola makan telah banyak dipelajari oleh ahli-ahli kesehatan saat ini. 
Siapapun kita, pasti mendambakan hidup sehat, yakni terhindar dari berbagai macam penyakit baik lahir maupun batin. Umumnya manusia baru sadar betapa berharganya kesehatan saat terserang suatu penyakit. Manusia lalu sibuk berobat ke sana kemari meski dengan biaya mahal sekalipun. Padahal, sejak dahulu Rasulullah mengingatkan agar kita menjaga kesehatan sebelum datangnya penyakit (sikap preventif). Beliau mengajarkan untuk mencegah penyakit daripada mengobatinya. Terbukti selama hidupnya, Rasulullah sakit tak lebih dari tiga kali. Di tengah tugasnya yang begitu berat sebagai pemimpin negara, panglima perang, kepala keluarga, ayah, suami, dan sebagainya, tetapi beliau tetap memiliki badan yang bugar dan prima. 
Lalu, apa saja teladan Rasulullah yang bermanfaat bagi kesehatan kita? Berikut ulasan singkat dari Blog mahfudzirfan.blogspot.com 

1. Buang Air Besar (BAB) Jongkok 
Rasulullah telah memberikan contoh bagi kita yakni BAB dengan cara berjongkok, dengan begitu BAB dengan jongkok telah melaksanakan sunnah Rasulullah yang menyehatkan. 
Memang pada awalnya metode BAB adalah sebuah kebudayaan, dimana masyarakat Eropa memiliki budaya BAB dengan cara duduk, sedangkan masyarakat Asia memiliki budaya BAB dengan cara jongkok. Namun setelah adanya penelitian yang menyatakan bahwa BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan daripada BAB duduk yang memiliki resiko tinggi terkena wasir atau ambeien, kini masyarakat mulai menghilangkan budaya tersebut. 
Lalu bagaimana dengan anda yang memiliki toilet duduk? Jangan khawatir dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk merenovasinya, cukup dengan memasang kursi kecil diatas toilet duduk dan pastikan antara badan dan kaki yang awalnya memiliki sudut 90 derajat berubah menjadi 35 derajat. 

2. Buang Air Kecil (BAK) Jongkok 
Selain BAB jongkok, Rasulullah juga memberi contoh sebagai sunnah untuk melakukan BAK dengan jongkok. Beberapa resiko dapat menghampiri kita yang selama ini masih melakukan BAK dengan berdiri. Berikut ulasannya: 
a. Saat kita melakukan BAK dengan posisi berdiri, kandung kemih kita tidak mudah tertekan sehingga air seni yang seharusnya kita keluarkan masih ada yang tertinggal di dalam tubuh. Sisa metabolisme yang seharusnya keluar tubuh namun ada dalam tubuh kita dan berlangsung lama akan menimbulkan berbagai macam penyakit. 
b. Setelah kita selesai melakukan BAK dengan berdiri namun air seni masih ada yang tertinggal dalam tubuh, kita belum pasti menyadari dan tidak tahu kapan akan keluar sedikit demi sedikit saat kita melanjutkan aktivitas. Akibatnya celana dalam menjadi kotor karena najis dan tentunya ibadah sholat kita dipertanyakan. 
c. Sebaliknya saat kita BAK dengan posisi jongkok persis seperti saat BAB, kandung kemih akan tertekan sehingga dapat mengeluarkan air seni dan seluruh sisa metabolisme dalam tubuh. Akan lebih pasti jika kita juga melakukan batuk-batuk kecil untuk lebih menekan kandung kemih. Alhasil, bersih dan lebih tenang dalam melanjutkan aktivitas dan beribadah. Selain itu, BAK dengan jongkok biasanya di ikuti dengan buang gas (membuang sisa metabolisme lagi dan jarang sekali terjadi saat buang air seni dengan berdiri). 
Ulasan tersebut adalah dari segi ibadah dan kebersihan, lalu bagaimana dari segi kesehatan? Dengan mengendapnya sisa metabolisme yang lama dan semakin lama maka akan menimbulkan penyakit prostat dan batu ginjal yang mengakibatkan kesakitan dalam membuang air seni bahkan dapat menghalang keluarnya air seni. Lihat ulasan prostat disini  

3. Makan dengan Tangan 
Enzim RNase yang dihasilkan oleh tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan sendok dan alat makan lainnya baiak dari besi, kayu atau plastik. Walaupun banyak yang melihat bahwa makan dengan tangan adalah cara yang kampungan, namun cara tersebut adalah sunnah Rasul yang tentunya berlaku sepanjang masa dan menyehatkan. Simak ulasannya disini  

4. Makan dan Minum tidak berdiri 
Rasulullah melarang umatnya untuk makan dan minum sambil berdiri. Lalu bagaimana jika saat itu makan saat prasmanan? Tidak ada alasan kawan! Hehe...simak ulasannya disini  

5. Makan di Lantai 
Ternyata makan di kursi masih kurang menyehatkan. Akan lebih menyehatkan lagi jika makan di lantai, bahasa kuno dan modernnya adalah LESEHAN. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air. Simak ulasannya disini

6. Makan Buah sebelum Makan Besar 
Pernyataan makan buah setelah makan besar atau dalam bahasa modernnya yaitu cuci mulut ternyata adalah sikap yang salah, cuci mulut memiliki dampak kurang bagus bagi lambung, bahkan dapat menyebabkan cancer. Buah adalah makanan yang baik dimakan dalam keadaan perut kosong. Maksudnya akan lebih baik lagi jika makan buah dulu sebelum makan besar seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuat perut lebih siap menerima makanan. Simak ulasannya disini

7. Tidur Miring ke Kanan 
Rasulullah telah memberi contoh bagaimana tidur yang baik, yaitu dengan menghadapkan tubuh ke kanan. Baca ulasannya disini

Demikian yang bisa saya sampaikan, banyak rahasia Sunnah yang telah diteliti para pakar, baik dari segi hikmah, manfaat dan kesehatan. Benarlah yang dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat dari mengikuti ajarannya adalah sebuah bonus, sedangkan tujuan utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul. 
Semoga bermanfaat kawan.
Blog, Updated at: 5:02:00 AM

1 Komentar:

Post a Comment